My favorite quotes

.You at my heart,at least for the most part.
.and I hope you're the one I die with.
.cause I love you,whether it's wrong or right.

Showing posts with label bukan puisi. Show all posts
Showing posts with label bukan puisi. Show all posts

20090207

Entah

terhubung simpul simpul yang membentuk suatu frase kata dalam otak yang sedikit kotor ini.merefleksikannya dalam stiap gerakan yang aku buat.deru nafas yang keluar.dan detak benda yang tak mau menuruti apa kata tuannya.

aku emosi.
aku frustasi.
aku bahagia.

namun untuk yang terakhir itu aku kurang yakin.
sepertinya salah satu saraf telah putus karena usang.
menyebabkan demonstrasi dari otak yang lelah berfikir hal yang sama.

monoton.
semua terlihat sama.

wajahku mengeras seiring gema setan yang menyerukan agar aku marah.
tapi aku tak yakin.
tapi aku tak sanggup.
aku lemah.
aku butuh asupan kekuatan darinya,darimu.

kaupun yang kuharap-hanya tersenyum masam dan mendengus manja.

aku tak tahu lagi.
ini apa.itu apa.
aku tak mau tahu.

tentang dia.tentang kau.bahkan tentang aku.
aku hanya bisa bersikap kebas.
ini gila.distorsi yang absurd.tak mengenal batas max otak.
tak mengenal batas hukum alam.

aku yang merengut,sekarang hanya bisa sadar.nadiku mengejang.
dan aku sadar,kini aku bukan aku yang dulu.bukan aku yang kusuka.aku yang lain.dan sesuatu mengubahnya.

Klimaks

satu persatu molekul itu jatuh.
menembus pertahanan tanah yang tiada henti meraung basah.
hijau yang gembira tak sinkron dengan coklat yang murung.
"bosan.."
mungkin itu yang ingin di katakan coklat.

gerimis terus menerus.

semua terlihat sebagai drama.
drama hidup yang tiada akhirnya.
hanya menunggu klimaks,dan klimaks lagi.
tanpa adanya anti klimaks.

metafora yang terangkai indah pun tak bisa
melemahkan pertahanan otak yang mengeras.

otak ini.
terlalu keras menahan hasrat menakutkan.


mati.
aku yang menginginkan dia mati.
dan aku yang bosan dengan hujaman kebohongan tentangku.

aku,si coklat yang membenci gerimis.
aku,bukan si hijau yang menikmati gerimis.

dengan tanda seru,aku meneriakkan namanya.
berharap ajal menjemputnya,.menguburnya,bersama denganku.
sampai suatu saat bangkainya lapuk dan tertutup oleh waktu.dan sampai suatu saat,dimana semua orang menangisi takdirnya,
dan hanya aku yang tertawa diiringi gerimis yang perlahan menghilang berganti hujan.

Eternity

There must still be the soul that you have left behind, hidden somewhere
In the deep deep of the forest lying among the trees

People who are too tired they just don't look around, any farther
They disappear into the eternal darkness of a foreign place
Could we still have seen if we were there?
Could we have seen it if it were little?

Go on with our lives and lose those things behind.
Wrapped around in lies, we stand there voiceless.
We want to live our lives, until we find a way.

Searching for the light for eternity.


Things are passing and changing and moving around,
But the colors of the sky,
Still remain the same, as we used to know,
Every single day.
We are running so free now, ignoring the risk
The limits that we had.
Leave our fears behind, take another chance.
Our souls will live again.
If we could catch the rhythm of time,
We could probably fly so high.

20090126

My own game

perlahan semuanya terburai lemah dalam alunan asa bercampur duka.
aku hanya bisa berdiam diri disebelah speaker yang terus bergaung ramai tanpa jeda.
lalu,seolah-olah gerak partikel bermuatan dalam medan kepala yang berenergi mekanik konstan terus menyetrum dasyat dan tepat ke pikiran yang terlanjur terbentuk kotor dan terpatri rapih tanpa cela,
di sebuah tempat yang jika namanya di kuadratkan akan sama dengan makanan favoritku yang biasa di panggil "otak".

"oh jadi begitu.."pikirku
selanjutnya,sebuah guyonan tak berakal terpantul cantik di gendang telinga ini.
"ooh,great!"kataku kemudian.
yasudahlah,aku hanya tidak bisa bermain di permainan itu.
jadi,sekarang biarkanku bermain di sebuah aksi tunggal yang agak sedikit liar dengan MC aku sendiri,yang lebih pantas dan menarik jika aku sebut dengan

"My game.."

kaligrafi Gulali

teruntai tegas tulisan itu di otakku.
sebuah tulisan yang mengandung gulali.
tulisan termanis yang pernah kubaca.dan bahkan,ternyata tulisan itu untukku.
sebuah pernyataan tajam darinya.membuatku ingin lompat setinggi yang aku mau.walau cuma sampai puncak anak krakatau tak apalah.yang penting bisa melepas rasa bahagia ini.

semua ini membuatku ingat kala itu.
sebuah momen hijau panjang di tengah pusat polusi indonesia.
menjelajahi setiap gang kumuhnya.menelusuri setiap aspal mewahnya.
menangkap sesuatu yang sebelumnya tak pernah ku tau.

"kaligrafi gulali"
aku ingin menyebutnya begitu.
manis.sangat manis.namun,tiap aku rasakan manisnya,lama-lama cepat berlalu,meleleh begitu saja.tanpa sisa.tanpa manfaat.hanya menambah resiko diabetes yang bikin kita lebih cepat mencicipi mati.apakah itu makna dari kalimat termanis?

aku rasa aku salah.

gulali ini akan terus melekat manisnya.
tidak langsung ke ginjal.
tapi ke hati.
memberi gradasi warna baru.yang lebih cerah tentunya.


darinya,yang akan selalu meneriakkan namaku dalam sesak tangisku..

darinya,yang tak akan pernah ditakdirkan untukku..

want to see more?